|
Pala (Myristica fragrans) merupakan tanaman asli Indonesia dari pulau Banda (Maluku). Buah dan biji pala merupakan bahan rempah-rempah yang sangat terkenal didunia sejak awal abad ke-16. Para pelaut dan pedagang Portugis dan Spanyol adalah bangsa asing yang paling awal menemukan kepulauan Maluku, yang kemudian disusul oleh pelaut Inggris dan Belanda.
Pada awalnya, pohon pala sangat terbatas penyebarannya di Maluku sehingga menjadi komoditas yang mudah dimonopoli oleh Vereenidge Oost-Indische Compagnie (VOC). Tetapi pada tahun 1772 Pierre Poivre seorang botanis asal Perancis berhasil menyelundupkan 3000 batang pala yang kemudian ditanam di Mauritius, kemudian menyebar ke Penang (Malaysia), India dan Srilangka sampai ke Grenada (Amerika Tengah) yang hingga kini menjadi negara penghasil pala terbesar ke-2 di dunia setelah Indonesia. Manfaat : Biji pala merupakan bahan rempah-rempah dan obat-obatan yang populer di Eropa sejak abad ke-16, ketika industri farmasi belum mampu menciptakan obat-obatan secara kimiawi. Fuli (mace) yang merupakan seludang penutup biji pala berwarna merah cerah, merupakan bahan minyak atsiri nomor wahid karena wanginya.
|