English

Artikel

Kelapa

Abad ke-9 merupakan awal perdagangan serat dan minuman beralkohol yang berasal dari kelapa (Cocos nucifera) oleh pedagang Arab yang mengunjungi Cina.

Setelah itu ditemukan beberapa tulisan mengenai tanaman kelapa oleh Marco Polo dan Friar Jordanas, sedangkan penggunaan kata coco pertama kali diperkenalkan oleh Vasco da Gama.

Kelapa disebut dengan nama “The tree of life” karena seluruh bagian dari tanaman ini memiliki manfaat bagi manusia. Hal inilah yang menyebabkan kelapa terpilih menjadi salah satu tanaman dalam 10 Amazing Trees of Mekarsari.
 
Kelapa merupakan tanaman asli dari daerah tropis Asia. Buah ini memiliki beberapa sifat unik, seperti dapat tetap hidup dan ditanam walaupun telah terapung di lautan selama beberapa waktu serta kemampuannya untuk menyimpan air dalam buah. Hal inilah yang menjadi penyebab beragamnya jenis kelapa, mulai dari buahnya berkulit hijau, gading, jingga hingga kecoklatan; daging buah yang tebal (macapuno), harum (pandan wangi), dan gurih (kopyor).
 
Manfaat Kelapa dalam Budaya Indonesia
 
Akar kelapa memberi inspirasi pada teknologi penyangga bangunan, seperti pada bangunan Bandara International Soekarno-Hatta. Bagian batang digunakan sebagai kayu untuk bahan bangunan serta kayu bakar.
 
Daun kelapa (yang telah dikeringkan) dapat digunakan sebagai atap rumah; sedangkan tangkai anak daun dimanfaatkan dalam pembuatan sapu lidi ataupun tusuk sate. Janur, daun muda kelapa, dipakai sebagai bahan anyaman dalam pembuatan bungkus makanan (ketupat); bahan pembuat hiasan oleh masyarakat Jawa dan Bali; serta bahan pembuat kerajinan tangan.
 
Daging buah kelapa diolah menjadi bermacam jenis makanan, seperti kue tradisional, pelengkap masakan (urap, serundeng), penyedap rasa, hiasan tart, selai, biskuit, krim, jus, nata de coco, kecap, cuka dan sebagainya. Sedangkan air kelapa muda dapat dikonsumsi langsung dan memiliki rasa yang menyegarkan. Daging buah tua berwarna putih dan keras, sarinya dapat diperas sehingga menghasilkan santan. Cairan manis yang berasal dari tangkai bunga, nira, merupakan bahan baku pembuatan gula merah.

Selain itu masih banyak lagi kegunaan tanaman kelapa. Kelapa kopyor merupakan kelapa yang bermutasi sehingga daging buah tercampur dengan air kelapa, tidak melekat pada dinding batok. Tandan bunga, mayang, sebagai simbol dan hiasan pada beberapa upacara adat perkawinan.
 
Kelapa juga banyak dimanfaatkan dalam industri kerajinan tangan, seperti tas, jam tangan, alat musik, wadah minuman, hingga pot tanaman. Bagian batok kelapa, dimanfaatkan sebagai bahan bakar (arang), wadah minuman, bahan baku kerajinan tangan, dan pengganti gayung.
 
Kelapa dalam Bidang Kesehatan
 
Kelapa dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan influenza, mencegah penyakit cacingan, penyakit demam, panas dalam, demam berdarah, kencing batu, luka bakar, dan disentri hingga mengatasi gigi berlubang. Selain itu juga dapat mencegah jerawat dan kerutan di wajah. Menurut hasil riset dari New Zealand, kelapa mampu mempercepat proses penurunan berat badan (hingga 50%), hal ini dikarenakan kandungan medium chain fatty acid yang dapat langsung mengubah lemak menjadi energi. Selain itu, kelapa juga mengandung zat potassium yang dapat meningkatkan konsentrasi dan daya pikir.
 
Satu cangkir parutan kelapa mengandung 9 gram serat tak larut yang merupakan stimulator sistem pencernaan alami, sehingga dapat membantu melancarkan pencernaan dan membasmi kram perut dan masuk angin. Kelapa dapat berfungsi sebagai penetral racun, sebagaimana fungsi susu, karena kelapa mampu menyerap polutan yang masuk ke dalam tubuh manusia, seperti keracunan pestisida.

Twitter Feed