^Back To Top
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Pala

Pohon Pala memang memiliki kandungan kimia yang berguna bagi kesehatan. Tanaman tersebut tumbuh dengan tinggi lebih kurang 10 meter, memiliki batang yang tegak, berkayu, warna putih kotor, daun tunggal, bentuk lonjong, ujung dan pangkal runcing, dan warna hijau mengkilat. Pembungaannya bentuk malai, keluar dari ketiak daun. Bunga jantan berbentuk bola dan berwarna kuning. Biji kecil berwarna hitam kecokelatan, bulat telur dan memiliki selubung biji berwarna merah.

Sejarah Tanaman Pala
Pala merupakan tanaman asli Indonesia dari pulau Banda (Maluku). Buah dan biji Pala merupakan bahan rempah-rempah yang sangat terkenal di dunia sejak awal abad ke – 16. Para pelaut dan pedagang Portugis dan Spanyol adalah bangsa asing yang apaling awal menemukan kepulauan Maluku, yang kemudian disusul oleh pelaut Inggris dan Belanda.

Pada awalnya, pohon Pala sangat terbatas penyebarannya di Maluku sehingga menjadi komoditas yang mudah dimonopoli oleh Vereenidge Oast-Indische Compaigne (VOC). Tetapi pada tahun 1772 Pierre Poivre seorang botanis asal Perancis berhasil menyelundupkan 3.000 batang Pala yang kemudian ditanam di Mauritius, kemudian menyebar ke Penang (Malaysia), India dan Srilangka sampai Grenada (Amerika Tengah) yang hingga kini menjadi Negara penghasil Pala terbesar ke-2 di dunia setelah Indonesia.

Jenis Pala
Di pasar internasional, dikenal beberapa jenis pala, yakni Myristica fragrans Houtt, Myristica argentea Ware, Myristica fattua Houtt, Myristica specioga Ware, Myristica Sucedona BL, dan Myristica malabarica Lam. Jenis pala yang banyak dikembangkan terutama Myristica fragrans, sebab memiliki nilai ekonomis tinggi dibandingkan dengan jenis lainnya. Disusul jenis Myristica argentea dan Myristica fattua. Jenis Myristica specioga, Myristica sucedona, dan Myristica malabarica produksinya rendah, sehingga nilai ekonomisnya rendah pula. Sementara jenis Myristica fragrans relatif banyak dikembangkan di Indonesia karena merupakan habitatnya.
(Sumber : http://kesehatan.kompas.com/read/2010/06/09/09285464/Pala..Rempah.Serba.Bisa)


Pala bersifat Halusinogen?
Komponen myristicin yang terkandung dalam daging buah memiliki kemampuan sebagai agen insektisidal dan dianggap berkontribusi terhadap sifat halusinogen yang dapat menyebabkan halusinasi (Dorsey, 2001).
(Sumber : http://masenchipz.com/manfaat-lebih-dari-pala) 

 Cita rasa yang didapat dari pala adalah sedikit pedas, agak manis, dan dapat memberikan rasa hangat pada tubuh. Untuk mendapat cita rasa pala yang segar dan kuat, pilih biji pala yang bentuknya lonjong dan berwarna cokelat tua.
(Sumber : http://lifestyle.okezone.com/read/2011/09/07/304/500004/pala-rempah-penyedap-masakan-yang-menyehatkan)

Buahnya dikonsumsi sebagai manisan, dan bijinya dimanfaatkan sebagai bumbu masakan dan obat alami untuk berbagai macam penyakit. Pala dari Indonesia, terutama yang di hasilkan dari pulau Banda Neira adalah buah pala dengan kualitas terbaik di dunia. Sebagai bumbu masakan pala merupakan penyedap serta pengawet alami.
(Sumber : http://tanamanobatku.wordpress.com/2011/02/24/pala-rempah-hebat-dari-indonesia/)
 
Ekspor Pala Indonesia
Indonesia merupakan pengekspor buah pala terbesar di dunia, terutama pada provinsi Sulawesi Utara (Sulut). "Hingga saat ini Sulut memasok sekitar 75 persen dari kebutuhan pala dunia," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Sanny Parengkuan di Manado. Ekspor pala Sulut setiap bulan berkisar 1000 hingga 2000 ton, sementara kebutuhan dunia hanya berkisar 20 ribu ton setiap tahun.
(Sumber : http://www.antaranews.com/berita/1268778318/sulut-pemasok-pala-terbesar-di-dunia)