^Back To Top
foto1 foto2 foto3 foto4 foto5

Gayam

Gayam nama pohon buah yang mungkin tidak popular di mata masyarakat, sebab jika ingin memakan buah Gayam (Inocarpus fagiferus) harus dimasak dulu.

Berbeda dengan buah lainnya yang bisa langsung dimakan segar begitu dipetik dari pohon, buah Gayam harus dimasak dulu baik direbus, dibakar, atau diolah lainnya jika ingin menikmatinya.

Buah Gayam yang telah tua dan masak tidak dapat dimakan langsung. Buah dari Inocarpus fagiferus ini sebelum dimakan harus direndam air kemudian direbus atau dibakar. Buah Gayam yang telah dimasak ini dikonsumsi sebagai makanan ringan. Buah Gayam dapat juga dijadikan produk olahan semisal emping (keripik Gayam). Keripik ini dapat menjadi peluang bisnis kuliner yang belum banyak pesaingnya.

Kayu pohon Gayam dapat dimanfaatkan sebagai bahan furniture. Sedangkan dengan kerindangan daun dan dahannya pohon ini bisa dimanfaatkan sebagai pohon peneduh.

Gayam merupakan tanaman yang berasal dari kawasan Malesia bagian timur khusus-nya dari Indonesia. Tanaman ini dibawa oleh imigran-imigran dari Malaya-Polenisia ke Mikronesia, Melanesia dan Polenisia. Pohon Gayam telah tersebar luas dan ditanam di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Semenanjung Malaya. Kerajaan: Plantae; Subkerajaan: Tracheobionta; Super Divisi: Spermatophyta; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Sub Kelas: Rosidae; Ordo: Fabales; Famili: Fabaceae; Genus: Inocarpus; Spesies: Inocarpus fagiferus (Parkinson) Fosberg. Sinonim: Inocarpus fagifer (Parkinson) Fosb., Inocarpus edulis J.R. & G. Forster, Aniotum fagiferum Parkinson, Bocoa edulis (J. R. Forst. & G. Forst.) Baill., Cajanus edulis (J. R. Forst. & G. Forst.) Kuntze.

Di pedesaan daerah Yogyakarta masih dapat ditemui pohon Gayam ini, biasanya tumbuh liar di daerah rawa-rawa atau tepi sungai. Tanaman ini tumbuh di daerah dataran rendah tropis yang lembab hingga ketinggian 500 meter dpl. Tumbuhan ini mampu tumbuh di tanah-tanah yang miskin hara sekalipun. Di Taman Buah Mekarsari, tanaman gayam yang berjumlah 16 pohon dapat ditemui di area kebun buah blok D daun II sebanyak 15 pohon dan di area pembibitan tanaman buah satu pohon. Tanaman-tanaman tersebut saat ini sudah berumur 18 – 19 tahun. Musim panen raya buah gayam di Taman Buah Mekarsari di bulan November – Februari. Tinggi pohon Gayam koleksi Mekarsari ini 5 – 10 meter, lebar tajuk 6 – 9 meter dengan diameter batang mencapai 65 cm. Batang pohon Gayam sering kali beralur tidak teratur, kadang-kadang berakar banir, dengan percabangan merunduk. Pada kulit batang bagian dalam mengandung cairan berwarna merah. Dengan sistem perakaran yang kuat dan batang yang beralur ini sangat cocok digunakan sebagai tanaman pencegah erosi maupun karena aliran air.

Daun Gayam berseling, tunggal, dan kaku menyerupai kulit dengan panjang daun 18.5 – 33 cm dan lebar 7.5 – 13.5 cm. Bentuknya lonjong, dan berwarna pink ketika muda. Bunga angkaeng majemuk bulir dengan panjang sekitar 15 cm. Gayam mempunyai bunga kecil dan berbau wangi. Buah Gayam berjenis polong berbentuk ginjal dan tidak pecah dengan kulit buah yang keras. Bobot buah 30 – 60 gram per buah, diameter buah 4 – 6 cm dengan panjang buah 4.2 – 6 cm. Buah Gayam mempunyai satu biji berbentuk gepeng dengan diameter 3 – 4 cm. Kulit biji keras dengan endosperm putih. Ketika mentah buah berwarna hijau dan menjadi kuning atau kecoklatan ketika masak. Buah bisa mengapung lebih dari satu bulan di atas air laut tetapi viabilitas biji cepat hilang.

Budidaya tanaman gayam di Taman Wisata mekarsari tidak serumit tanmaan buah lainnya. Pemangkasan dilakukan satu tahun sekali untuk mengurangi cabang-cabang yang saling menumpuk. Agar tanaman dapat berbuah optimal setahun sekali diberikan pupuk kandang sapi yang sudah masak sebanyak 60 – 90 kg per pohon. Tanamn gayam tahan terhadap serangan hama dan penyakit, hal ini dapat dilihat dari tidak adanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman ini. Buah gayam yang sudah masak jarang dimanfaatkan sebagai buah tangan. Buah masak yang sudah berjatuhan dibawah pohonnya dimanfaatkan untuk pembibitan tanaman buah langka. Biji ini disemai di area pembibitan menggunakan media tanam yang porous. Kurang dari sebulan biji sudah berkecambah. Biji yang telah menjadi bibit tanaman ini siap dijual setelah berumur di atas enam bulan dengan tinggi tanaman 30 – 50 cm. Saat ini tesedia bibit tanaman gayam sebanyak ± 100-an yang siap jual.

Kata orangtua Jawa dulu kata Gayam berarti Gayuh Ayem yang bermakna mencari kedamaian. Kata "Ga" berasal dari kata gayuh yang artinya mencari, sedangkan potongan kata atau suku kata terakhirnya yakni "yam" untuk menyimbolisasikan rasa ayem 'tenteram, tenang'.

Tanaman Gayam ini dari penampilannya mampu memberikan aura rasa ayem 'tenteram, tenang'. Di samping itu, pohon Gayam juga dipercaya sebagai pohon yang dapat menyimpan/mendekatkan air ke permukaan tanah sehingga air jernih mudah didapatkan di sekitar pohon tersebut. Ketersediaan air berarti juga ketenangan dan kesejahteraan bagi manusia. Untuk itulah pohon Gayam digunakan sebagai simbol rasa keayeman. Di samping tentu saja, daunnya yang selalu lebat memberikan rasa teduh dan suasana tenang di sekitarnya.

Anda dapat menemukan nama Gayam sebagai nama daerah seperti Kabupaten Gayam di Sumenep Madura, Desa Gayam di daerah Cepu Blora Jawa Tengah, sedangkan di Kota Yogyakarta ada Kampung Gayam di daerah sekitar Radio Geronimo, bahkan di Bojonegoro juga ada Kecamatan Gayam.

Jika Anda ingin mencari pohon Gayam di kota gudeg ini Anda akan dapat menemukan di sepanjang sungai Opak atau Winongo di daerah Bantul Yogyakarta, tetapi jika Anda ingin tidak repot dapat melihat pohon Gayam ini di sekitar Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Bahkan pohon Gayam ini dipakai sebagai identitas flora di Kota Cirebon. Sewaktu penulis kecil dulu pohon Gayam banyak di temui di pelosok desa di Kabupaten Sleman dan Bantul, tetapi pohon ini sekarang agak sulit ditemui, karena di samping sisi ekonominya kurang memuaskan, penampilan angker dari pohon ini juga banyak ditakuti oleh orang. Bahkan banyak yang beranggapan pohon ini sebagai rumahnya setan, padahal sebagai pohon peneduh sangat bagus karena rindang dan kuat.

Dan bagi Anda yang tertarik untuk mencicipi buah Gayam yang sudah diolah ini dapat ditemukan di pasar-pasar tradisional di daerah Bantul dan juga di pasar Balangan Minggir di kabupaten Sleman.

Sumber : http://flora-faunaindonesia.blogspot.com/2011/06/gayam-yang-bikin-ayem-damai-orang-jawa.html